Jumat, 09 Maret 2012

makalah sistem koloid


BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Sistem koloid berhubungan dengan proses – proses di alam yang mencakup berbagai bidang. Hal itu dapat kita perhatikan di dalam tubuh makhluk hidup, yaitu makanan yang kita makan (dalam ukuran besar) sebelum digunakan oleh tubuh. Namun lebih dahulu diproses sehingga berbentuk koloid. Juga protoplasma dalam sel – sel makhluk hidup merupakan suatu koloid sehingga proses – proses dalam sel melibatkan sitem koloid.
Dalam kehidupan sehari-hari ini, sering kita temui beberapa produk yang merupakan campuran dari beberapa zat, tetapi zat tersebut dapat bercampur secara merata/ homogen.
 Misalnya saja saat ibu membuatkan susu untuk adik, serbuk/ tepung susu bercampur secara merata dengan air panas. Udara mengandung juga sistem koloid, misalnya polutan padat yang terdispersi (tercampur) dalam udara, yaitu asap dan debu. Juga air yang terdispersi dalam udara yang disebut kabut merupakan sistem koloid. Mineral – mineral yang terdispersi dalam tanah, yang dibutuhkan oleh tumbuh – tumbuhan juga merupakan koloid. Penggunaan sabun untuk mandi dan mencuci berfungsi untuk membentuk koloid antara air dengan kotoran yang melekat (minyak). Campuran logam selenium dengan kaca lampu belakang mobil yang menghasilkan cahaya warna merah merupakan sistem koloid.
Sistem koloid dapat menguntungkan dan dapat pula merugikan, salah satu contoh sistem koloid yang menguntungkan adalah penjernihan air dengan tawas ,air dan tawas merupakan koloid, sedangkan sistem koloid yang merugikan adalah adanya polusi udara akibat asap-asap yang timbul dari pabrik.







1.2. Rumusan Masalah
v  Apa pengertian sistem koloid ?
v  Apakah  jenis-jenis koloid ?
v  Bagaimanakah sifat-sifat koloid ?
v  Bagaimanakah pembuatan koloid?
v  Apakah kegunaan koloid?
v  Apakah jenis koloid yang mencemari lingkungan?

1.3. Tujuan
v  Mengetahui pengertian sistem koloid
v  Mengetahui jenis-jenis koloid
v  Mengetahui sifat-sifat koloid
v  Menjelaskan bagaimanakah pembuatan koloid
v  Mengetahui kegunaan koloid
v  Mengetahui jenis koloid yang mencemari lingkungan













BAB II
PEMBAHASAN

2.1  Pengertian Sistem Koloid

Pada kehidupan sehari-hari ini, sering kita temui beberapa produk yang merupakan campuran dari beberapa zat, tetapi zat tersebut dapat bercampur secara merata/ homogen. Misalnya saja saat ibu membuatkan susu untuk adik, serbuk/ tepung susu bercampur secara merata dengan air panas. Produk-produk seperti itu adalah sistem koloid.
Sistem Koloid adalah suatu campuran zat heterogen (dua fase) antara dua zat atau lebih di mana partikel-partikel zat yang berukuran koloid (fase terdispersi/yang dipecah) tersebar secara merata di dalam zat lain (medium pendispersi/ pemecah). Ukuran partikel koloid berkisar antara 1-100 nm. Ukuran yang dimaksud dapat berupa diameter, panjang, lebar, maupun tebal dari suatu partikel. Contoh lain dari sistem koloid adalah adalah tinta, yang terdiri dari serbuk-serbuk warna (padat) dengan cairan (air). Selain tinta, masih terdapat banyak sistem koloid yang lain, seperti mayones, hairspray, jelly, dll.  
Keadaan koloid atau sistem koloid atau suspensi koloid atau larutan koloid atau suatu koloid adalah suatu campuran berfasa dua yaitu fasa terdispersi dan fasa pendispersi dengan ukuran partikel terdispersi berkisar antara 10-7 sampai dengan 10-4 cm. Zat yang terdispersi di sebut fase terdispersikan, sedangkan medium yang di gunakan untuk mendispersikan di sebut medium dispersi.








Sifat antara larutan, koloid, dan suspensi memiliki beberapa perbandingan.Beberapa perbandingan tersebut dapat dilihat pada tabel berikut .
TABEL 1. PERBEDAAN LARUTAN, SISTEM KOLOID, dan SUSPENSI
Sifat
Sistem Dispersi

Larutan
Koloid
Suspensi
Bentuk campuran
Homogen
Homogen
Heterogen
Bentuk dispersi
Dispersi molekuler
Dispersi Padatan
Dispersi padat
Penulisan
A(aq)
A(s)
A(s)
Ukuran diameter partikel
 cm
 ̶   cm

>  cm
Pemeriksaan mikroskop
Tetap homogen dengan mikroskop ultra
Heterogen dengan mikroskop ultra
Dengan mata biasa heterogen
Penyaringan
Tidak dapat disaring dengan penyaring apapun
Dapat disaring dengan penyaring ultra
Dapat disaring dengan kertas saring biasa
Warna dispersi
Jernih
Tidak jernih
Tidak jernih
Contoh
Larutan gula, larutan garam, larutan alkohol.
Campuran air gengan susu, santan, dll.
Campuran tepung terigu dengan dengan air.
Jumlah Fase
Satu fase
Dua Fase
Dua Fase

2.2  Jenis- jenis Koloid
Sistem koloid tersusun dari fase terdispersi yang tersebar merata dalam medium pendispersi. Fase terdispersi dan medium pendispersi dapat berupa zat padat, cair, dan gas. Berdasarkan fase terdispersinya, sistem koloid dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu:  
A.    Sol (fase terdispersi padat), yaitu Sistem koloid dari partikel padat yang terdispersi dalam zat cair.
a. Sol padat adalah sol dalam medium pendispersi padat
     Contoh: paduan logam, gelas warna, intan hitam
b. Sol cair adalah sol dalam medium pendispersi cair
     Contoh: cat, tinta, tepung dalam air, tanah liat
c. Sol gas adalah sol dalam medium pendispersi gas
    Contoh: debu di udara, asap pembakaran

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar